Archive for the ‘Pupuk Organik’ Category

Saturday, July 25th, 2009

Pemerintah menyatakan menambah anggaran pupuk organik bersubsidi di tahun 2010 sebagai program peningkatan penggunaan pupuk organik dan pengurangan pupuk non organik (kimia). Diperkirakan, penggunaan pupuk organik tahun 2010 meningkat sangat tajam menjadi sekitar 12 juta ton, dan akan mencapai sekitar 15 juta ton pada tahun 2015.

”Kebijakan pemerintah berkaitan dengan penggunaan pupuk organik saat ini masih terbatas hanya untuk pupuk organik bersubsidi. Pemeritah terus memacu produksi produk pertanian yang sehat dan ramah lingkunngan dalam jangka panjang,” ujar Benny Wahyudi, direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian (Depperin) RI, saat memberikan sambutan Seminar Nasional Pengembangan Industri Pupuk Organik, di Jakarta, Selasa (21/7) pagi.

Menurut Benny, pengakuan terhadap pentingnya pengembangan pertanian organik di Indonesia sudah dituangkan dalam Revitalisasi Pembangunan Pertanian yang dicanangkan Presiden RI pada tahun 2005.

Pertanian organik merupakan suatu sistem pertanian berkelanjutan yang sudah diakui Komisi Eropa (European Commision) dan Agriculture Council pada Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa Tahun 1992.

 

 

 

Disadur dari Republik Online

 

 

Saturday, July 25th, 2009

pupuk organikPeranan pupuk organik sangat penting untuk menjaga kualitas lahan pertanian, apalagi mengingat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan bisa merusak kualitas tanah. Demikian pembahasan dalam Seminar Nasional Pengembangan Industri Pupuk Organik yang diselenggarakan Dirjen Industri Argo dan Kimia bertempat di Hotel Bumi Karsa, Kompleks Bidakara,Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

"Pupuk organik bermanfaat untuk memperbaiki kualitas lahan yang telah menurun akibat penggunaan pupuk anorganik," ungkap Benny Wahyudi, Dirjen Industri Agro dan Kimia.

Menurut Benny,berdasarkan penelitian, kandungan Bahan Organik (BO) dalam tanah, saat ini kurang dari 2 persen sehingga berakibat menurunnya daya serap tanaman terhadap asupan hara yang diberikan. Padahal normalnya jumlah kandungan BO yang sehat adalah 5 persen, dan salah satu penyebabnya penurunan ini adalah penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus.

Hal tersebut diamini Dirut PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Sutarto Budidarmo. Menurutnya sebagian besar lahan pertanian menurun produktivitasnya dan mengalami degradasi lahan, karena itu penggunaan pupuk organik sangat diperlukan karena mampu membantu perbaikan tingkat kesuburun tanah.

"Tapi harus diingat, pupuk organik haruslah menjadi komplementer pupuk anorganik bukan menggantikannya," tambah Sutarto. Hal ini dikarenakan kandungan hara pupuk organik yang tergolong rendah.

Menurut Sutarto, penggunaan pupuk organik secara berimbang dengan pupuk anorganik akan menjaga kualitas kesuburan tanah untuk waktu jangka panjang.

Sementara itu Dirjen Pangan Deptan, Sutarto Alimuso menjelaskan, pemerintah akan terus meningkatkan penggunaan pupuk organik di kalangan petani. "Selain subsidi harga pupuk organik, pemerintah juga berusaha mendorong penggunaan pupuk organik dengan cara memberikan Bantuan Langsung Pupuk Organik kepada petani, selain itu pemerintah juga memberikan bantuan alat-alat produksi pupuk organik dan juga hewan-hewan ternak yang kotorannya bisa menjadi bahan baku pupuk organik," jelas Sutarto.

Sekedar informasi, penggunaan pupuk organik masih sangat kecil, hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan penggunaan pupuk di Indonesia.

Adapun Ketua Umum Dewan Pupuk Indonesia (DPI), Zaenal Soedjais dalam kesempatanan yang sama, mengkritisi kebijakan subsidi pupuk yang diberikan pemerintah. "Dalam pembuatan kebijakan mengenai subsidi pupuk, pihak industri lebih didengar daripada pihak petani maupun organisasi-organisasi lain seperti HKTI dan KTNA," jelas Zaenal.

Zaenal mengharapkan agar hal-hal semacam ini dievaluasi ulang agar pihak-pihak kecil seperti petani tidak merasa dirugikan.

 

 

Disadur dari Kompas

Saturday, July 25th, 2009

Di masa sekarang ini banyak orang yang menggunakan pupuk anorganik/kimia. Orang belum banyak menyadari bahwa pupuk anorganik/kimia itu bisa membuat tanaman tumbuh dengan baik namun juga dapat merusak struktur tanah yang ada, jika kebanyakan penggunaan yang tidak teratur dan berlebihan. Oleh karena itu kita harus mengubahnya pola penggunaan pupuk anorganik dengan pupuk organik. Salah satu contoh pupuk organik adalah pupuk kompos dan pupuk cair.

Pupuk kompos ini terbuat dari kotoran ternak yang diolah lebih lanjut dan dengan bantuan probiotik. Penggunaan pupuk kompos ini mempunyai beberapa keuntungan, antara lain:

  1. Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan,
  2. Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai,
  3. Menambah daya ikat air pada tanah,
  4. Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah,
  5. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara,
  6. Mengandung hara ynag lengkap, walaupun jumlahnya sedikit,
  7. Membantu proses pelapukan bahan mineral,
  8. Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia.
  • Galery

    Get the Flash Player to see the slideshow.
  •  

    March 2010
    M T W T F S S
    « Jul    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Online Chat