Menteri Pertanian republik Indonesia, Anton Aprianto mengajak petani Kabupaten Manggarai untuk memanfaatkan pupuk organik dalam usaha pertanian.

Pupuk organik sangat murah, bila dibandingkan dengan pupuk kimia yang harganya maha. Selain itu, petani bisa memproduksi sendiri pupuk organik tersebut melalui bahan-bahan yang mudah didapat seperti dari jerami padi, daun-daunan, kotoran ternak dan sebagainya.

“Hilangkan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, tetapi mulai sekarang petani diajak untuk memafaatkan pupuk organik untuk meningkatkan usaha pertanian masyarakat,” kata Meneteri Aprianto, ketika bertatap muka dengan sejumlah kelompok tani Manggarai, di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Senin (22/6) malam.

Pada kesempatan tatap muka dengan sejumlah kelompok tani Kabupaten Manggarai itu, Menteri Pertanian Anton Aprianto mengatakan, Manggarai sebenarnya kabupaten yang subur, karena saya sudah mengunjungi kabupaten ini ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada saat bencana alam kali lalu.

Dan Manggarai sebenarnya tidak terjadi rawan pangan atau gagal panen, asal saja kita harus menjaga kelestarian alamnya. Alam sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi pertanian. kemudian jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan konsisi tanah.

Misi nasional dibidang pertanian , kata Aprianto, yang pertama adalah meningkatkan ketahanan pangan. Banyak daerah yang tingkat curah hjan cukup lama, namun sayang masih ada daerah yang rawan pangan dan gagal panen serta jumlah kk miskin juga tinggi. Nah, untuk itu kita harus evaluasi, apa permasalahannya.

Di lapangan memang ditemukan masih banyak tanah yang terlantar, termasuk disekitar perkarangan rumah yang tidak dimanfaatkan untuk ditanam sesuatu tanaman yang bermanfaat. Selain itu, masyarakat juga sangat tergantung pada pangan jenis beras. Padahal masalah pemenuhan kebutuhan pangan ini sebenarnya tidak hanya beras, tetapi masih banyak jenis pangan lainnya yang belum dikembangkan secara optimal.

“Tidak ada kekurangan pangan kalau masyarakat kita rajin menanam, dan tidak menggantungkan pada beras saja, karena masih banyak jenis pangan lainnya, hanya saja masyarakat belum mengembangkannya secara optimal, seperti jagung, ubi kayu, pisang dan lain sebagaianya,” ujar Aprianto.

Kemudian misi kedua adalah meningkatkan nilai tambah dan daya saing yaitu adanya efisien, misalnya kalau harga pupuk kimia mahal maka petani dapat menggunakan pupuk organik, yang dapat diproduksi sendiri.

Karena sering terjadi di masyarakat, dimana kalau tidak ada pupuk kimia maka masyarakat atau petani tidak mau menanam. Sebaiknya masyarakat tidak tergantung pada pemakaian pupuk kimia tetapi diharapkan untuk mengalihkan ke pupuk organik, begitu juga penggunaan pestisida supaya dikurangi.

Untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ini, lanjut Aprianto, sebaiknya hasil produksi pertanian masyarakat harus diolah secara baik. Misalnya, untuk petani buah-buahan, bagaimana bisa mendapatkan nilai tambah kalau tidak dikemas secara baik sebelum dijual dipasaran.

“Pengolahan hasil pertanian juga sangat menentukan nilai tambah dari suatu produk yang dihasilkan,” katanya.

Selanjutnya misi ke tiga, meningkatkan kesejahteraan petani, bagaimana upaya biaya kesehatan bagi petani diringankan, subsidi pupuk dan pembangunan sektor pertanian lainnya perlu ditingkatkan.

Plt. Sekda Manggarai, Frans Hany pada kesempatan tatap muka dengan Menteri Pertanian Anton Aprianto itu mengatakan, kunjungan menteri pertanian di Kabupaten Manggarai merupakan suatu penghargaan dan bentuk kepedulian atau dukungan bagi daerah ini. Manggarai, kata Hany, merupakan daerah pertanian.Karena itu, mata pencaharian masyarakat Manggarai didominasi oleh sektor pertanian.

“Memang selama ini sudah banyak perhatian dari pemerintah pusat bagi Kabupaten Manggarai, melalui dinas-dinas kemakmuran yang ada di daerah ini. Kami juga sangat mengharapkan agar kedepan pemerintah pusat tetap memperhatikan pembangunan di Manggarai, khususnya di bidang pertanian, karena masih banyak lahan pertanian yang membutuhkan pembangunan jaringan irigasi,” kata Hany.

Selanjutnya, sejumlah kelompok tani di Manggarai, ketika berdialog dengan Menteri Pertanian Aprianto, mengeluhkan kekurangan pupuk, masih banyak jaringan irigasi yang perlu dibangun. Dan meminta alat untuk pembuatan pupuk organik.

 

Sumber : nttonlinenews.com

Share...
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • blogmarks
  • blogtercimlap
  • Live
  • RSS
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yigg

Tags: , , ,

Leave a Reply

  • Galery

    Get the Flash Player to see the slideshow.
  •  

    March 2010
    M T W T F S S
    « Jul    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Online Chat